07:00 . Jangan Dimarahi, Ini 5 Tips Membentuk Kepribadian Anak yang Disiplin   |   23:00 . Kecewa Putusan Komisi Banding PSSI, Persibo Bojonegoro Ajukan PK   |   19:00 . Dinas PMD Bojonegoro Sosialisasi Pemekaran Desa Napis   |   18:00 . Larangan Penjualan Minyak Curah, Begini Respon Masyarakat Bojonegoro   |   17:00 . Rapat Senat Terbuka Wisuda III/XXV, UNU Sunan Giri Hadirkan Ketua PBNU Bidang Pendidikan   |   16:00 . Tanggul Ambles, Warga Sekitar Ketar - Ketir   |   15:00 . Tanggul di Kanor Ambles, Tanah Masih Gerak   |   14:00 . Komitmen Upaya Kurangi Emisi, Program Penanaman Pohon oleh PEPC Mencapai 25.000   |   13:00 . Tanggul Sungai Bengawan Solo di Kanor Ambles   |   12:00 . Peduli untuk Mahameru, BMG Buka Donasi   |   08:00 . Jembatan Kali Kening Penghubung Tuban-Bojonegoro Longsor   |   07:00 . 3 Tipe Orangtua Dalam Mendidik Anak, Kamu Yang Mana?   |   18:00 . BPBD Bojonegoro Terjunkan Personel dan Berikan Sumbangan pada Korban Erupsi Semeru   |   17:00 . Hasil Banding, Persibo Tetap Dihukum Kalah Komdis Asprov PSSI Jatim   |   15:00 . Hasil Keputusan Komdis Hari Ini, Bupati Mohon Doa Warga Bojonegoro   |  
Tue, 07 December 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Pengajuan NPWP di KPP Pratama Mencapai 1.000 Setiap Tahun

blokbojonegoro.com | Saturday, 26 June 2021 13:00

Pengajuan NPWP di KPP Pratama Mencapai 1.000 Setiap Tahun

Kontributor : Uul Lyatin

blokBojonegoro.com - KPP Pratama Bojonegoro mencatat 1000 orang melakukan pengajuan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dalam setiap tahunnya. Di tengah pandemi seperti saat ini, pengajuan NPWP masih tetap stabil dan tidak ada peningkatan maupun pengurangan untuk melakukan pengajuan NPWP.

Kepala KPP Pratama kabupaten Bojonegoro, Muhammad Imroni menjelaskan setiap masyarakat Indonesia harus memiliki NPWP. Nomor tersebut berlaku seumur hidup seperti KTP.

"Pembuatan NPWP juga gratis, tidak dipungut biaya. Kalau ada calo atau petugas siapapun yang meminta bayaran segera lapor saja, karena itu tidak diperbolehkan," ujarnya.

Selama pandemi pelayanan pengakuan NPWP yang dilakukan di KPP Bojonegoro tersebut bisa dilakukan secara online dan sudah tidak melayani tatap muka. Meskipun begitu, pihak KPP Pratama tetap memberikan arahan dan bimbingan untuk masyarakat yang datang ke kantor dan belum mengetahui sistem pelayanan secara online.

"Banyak juga masyarakat yang belum tahu sistem pelayanan online ini, padahal kita sudah melakukan sosialisasi, namun bagi mereka yang tetap datang ke kantor dan belum tau caranya, didepan sudah ada petugas untuk memberikan arahan tersebut," imbuhnya.

Kepala KPP Pratama tersebut menambahkan, selama pandemi hampir 80% kebutuhan negeri menggunakan pajak, untuk diharapkan masyarakat sadar diri sehingga mau dan tepat waktu saat membayar pajak. [lin/ito]

Tag : kpp, pratama, bojonegoro, layanan, npwp



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Monday, 06 December 2021 12:00

    Peduli untuk Mahameru, BMG Buka Donasi

    Peduli untuk Mahameru, BMG Buka Donasi Gunung Semeru atau dikenal dengan Mahameru, yang ada di Kabupaten Lumajang Jawa Timur, dilaporkan meletus pada Sabtu, 4 Desember 2021 sekitar pukul 15.00 WIB....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 10 November 2021 10:00

    BMG Buka Lowongan Wartawan bB

    BMG Buka Lowongan Wartawan bB Perkembangan blokMedia Group (blokBojonegoro media dan blokTuban media) semakin pesat dengan pembaca yang terus meningkat untuk wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Hal itu membuat manajemen melakukan pembenahan, termasuk menambah jumlah reporter...

    read more