17:00 . Akibat Luapan Kali Pacal, Jembatan Penghubung di Sidobandung Ambruk   |   16:00 . BKC Bersama Pemuda Tlogohaji, dan Babinsa Sinergi Perbaiki Rumah Mbah Urip   |   07:00 . Para Orang Tua Wajib Paham, Ini 4 Tanda Anak Cerdas   |   18:00 . Bupati Anna dan Kajari Imbau Pengelolaan Dana Bos Prioritaskan Integritas   |   17:00 . BMKG: Waspada Cuaca 3 Hari Mendatang   |   15:00 . 5 Organisasi Profesi Kesehatan Tolak RUU Kesehatan   |   13:00 . Putra Asal Bojonegoro, Belasan Tahun Mengabdi di Luar Jawa   |   10:00 . Diduga Pecah Ban, Truk Box Oleng Tabrak Pagar Koramil 0813-06 Bojonegoro   |   07:00 . Psikolog Ungkap Kesalahan Orangtua yang Bisa Hambat Potensi Anak, Pelajari Yuk Bun!   |   19:00 . Inilah Nama-Nama Mutasi Pejabat Pemkab Bojonegoro   |   18:00 . Sinergi Dinas PMD dan Bapenda Dampingi Desa Deteksi Dini Objek Pajak Terkendala   |   16:00 . Ini Spek Lengkap Toyota Rush, Kendaraan Camat se-Kabupaten Bojonegoro   |   15:00 . Stigma Buruk Menjadi Kendala dalam Penanggulangan HIV/AIDS   |   14:00 . Kasus HIV di Bojonegoro Mencapai 217 kasus, 2 Persen di Atarannya Anak-anak   |   13:00 . Kasus Persetubuhan Terhadap Anak di Bawah Umur Meningkat   |  
Sun, 04 December 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

#CeritaDesaKu

Asal Mula Nama Desa Kemamang dari Janggitan di Tanah Bengkok Kades

blokbojonegoro.com | Monday, 19 July 2021 14:00

Asal Mula Nama Desa Kemamang dari Janggitan di Tanah Bengkok Kades

Kontributor: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com - Desa Kemamang merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Bagi kalangan masyarakat Jawa, nama Kemamang identik dengan mahluk halus.
 
Kasi Pelayanan Desa Kemamang, A. Syaiful Anam, menceritakan sejarah desa tersebut sebelum menjadi nama Desa Kemamang. Konon, daerah pedesaan ini subur, tumbuhan menghijau, di atas tanah datar ditumbuhi pohon dan semak masih lebat, hiduplah sekelompok masyarakat rukun dan damai meskipun penduduk dalam kehidupan tradisional, Desa “Siti Rejo” orang menyebutnya.

"Desa Siti Rejo merupakan pecahan dari Desa Suwaloh dan sampai saat ini letaknya berada di sebelah utara desa ini. Desa Siti Rejo, lama-kelamaan menjadi ramai dengan adanya pendatang yang ingin menetap dan tinggal di desa itu," ulas Anam.

Tak kalah lagi, Desa Siti Rejo sudah terkenal di kalangan penduduk atau desa sekitar bahkan terdengar sampai keluar kota kabupaten.

"Konon, di desa ini dihuni sebangsa makhluk halus menyerupai angsa mencari kepiting dan katak pada malam hari, anehnya dari kepala makhluk ini keluar api menyala bagaikan obor. Makhluk ini menampakkan diri pada malam hari dan berlokasi di sebelah selatan, sekitar lokasi tanah bengkok Kepala Desa," ujar Anam.

Dari hari ke hari cerita ini tersebar hingga ke berbagai desa. Banyak orang penasaran atas cerita ini, sehingga tidak sedikit orang ingin membuktikannya. Karena kegemparan cerita ini sehingga beritanya terdengar sampai ke telinga pejabat. Tak ayal lagi, para pejabat pada saat itu ingin membuktikan dengan para punggawa.

Waktu menyaksikan, setelah magrib menjelang tengah malam rombongan langsung terjun ke sawah, Mereka melihat sendiri, beberapa angsa di ubun-ubun kepalanya keluar api bagai obor, yang sedang mencari makanan.

Para punggawa tidak percaya dengan pemandangan ini, merasa terancam dan takut atas kejadian yang dilihat, akhirnya dilepaskan tembakan mengarah ke makhluk itu, anehnya makhluk itu bukan malah hilang atau mati tetapi sebaliknya. "Makhluk (janggitan) itu berubah menjadi banyak sehingga memenuhi satu petak sawah," tutur Anam.

Tidak percaya dengan kejadian yang dilihatnya, para punggawa merasa belum puas sehingga dilepaskan tembakan yang kedua. Punggawa terperanjat karena janggitan yang memenuhi satu petak sawah bertambah menjadi banyak sekali dan tak terhitung. Akhirnya di hamparan sawah yang gelap berubah menjadi terang lantaran cahaya janggitan itu.

"Setelah kejadian itu Desa Siti Rejo makin termasyur, namun bukan Siti Rejo tetapi kata janggitan atau Kemamang yang identik dengan makhluk tak kasat mata," pungkasnya.

Kepopuleran Kemamang menenggelamkan nama Desa Siti Rejo sehingga oleh para pejabat pada saat itu, Desa Siti Rejo diganti dengan nama Desa Kemamang. Adapun yang menjabat Kepala Desa pertama adalah Karyo Yudo sebelum tahun 1927.

Menurut data di laman web Desa Kemamang, jumlah penduduk saat ini setidaknya ada 2.201 terdiri dari 1.147 laki-laki dan 1.054 perempuan, dan itu terbagi di Tiga wilayah yaitu Dusun Kemamang, Karanglo dan Jetis, dengan pekerjaan utama masyarakat Desa Kemamang adalah bercocok tanam, bertani dan buruh tani. [riz/ito]
 
 

Tag : Sejarah, cerita, desa, kemamang, balen, bojonegoro



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat