21:00 . Ada Lelang Tanda Tangan Rp10 Juta Saat Pamit Kenal Camat Padangan   |   20:00 . Hari Gizi Nasional, MI Darul Ulum Gelar Lomba Mewarnai se-Karisidenan   |   18:00 . Tak Hanya Bupati, Dua Anggota Dewan Juga Tinjau Tanggul Jebol Kedungprimpen   |   16:00 . Setelah NU Banyuwangi dan Sidoarjo, Giliran Rijalul Ansor NU Bojonegoro Dukung Gus Muhaimin   |   15:00 . EMCL Bersama Mitra Gelar LPJ Pembangunan Instalasi Air Bersih   |   14:00 . Pemkab Rencanakan Pengadaan Pompa Air di Lebaksari   |   13:00 . Tinjau Lokasi Jebolnya Tanggul Kali Avur, Bupati Minta Segera Dinormalisasi   |   12:00 . Kemendag Lepas Ekspor Olahan Sorgum Produk Unggulan Desa   |   11:00 . Latar Belakang Gunung Rengel, Jembatan TBT Cocok Buat Spot Foto   |   09:00 . Bengawan Solo Masih Siaga 1, Tren Turun Cepat   |   07:00 . Journaling Benarkah Bagus untuk Kesehatan Mental?   |   18:00 . Tanah Samping Kali Avour Longsor, Ratusan Hektar Sawah Terendam   |   18:00 . Video Tanggul Sungai di Kanor Jebol   |   17:00 . Inilah Juara Turnamen Bulu Tangkis Piala Bupati Ormada Bojonegoro   |   16:00 . Tanggul Jebol, Beberapa Desa di Kanor Terkena Dampak   |  
Sun, 23 January 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Dewan Kesenian Mojodeso Lestarikan Kesenian Tradisional Di Tengah Gempuran Modernisasi

blokbojonegoro.com | Saturday, 08 January 2022 13:00

Dewan Kesenian Mojodeso Lestarikan Kesenian Tradisional Di Tengah Gempuran Modernisasi Dewan Kesenian Desa Mojodeso sedang berlatih. (Foto: Istimewa)

Reporter : Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Kesenian tradisional merupakan suatu warisan budaya leluhur yang sudah seharusnya dilestarikan. Terdapat banyak kesenian tradisional yang ada di Kabupaten Bojonegoro, seperti gamelan yang seringkali menjadi alat musik favorit yang dimainkan dalam berbagai kegiatan peringatan budaya di pedesaan.

Salah satu jenis kesenian yang bisa dimainkan dengan alat musik gamelan yakni campursari. Di tengah himpitan modernisasi dan digitalisasi, para pemain musik campursari memang semakin berkurang. Bahkan yang bertahan mereka dengan rentang usia 30 tahun ke atas.

Untuk terus melestarikan kesenian tradisional di tengah himpitan digitalisasi. Desa Mojodeso, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, melalui Pemerintah Desa memiliki cara tersendiri melalui wadah pengembangan minat kesenian. Dalam hal ini, Dewan Kesenian Desa (DKD) yang beranggotakan warga Desa Mojodeso.

Ketua DKD Mojodeso, Kusnan, menyatakan bahwasanya akan segera dimulai program ekstrakurikuler gamelan bagi anak-anak di jenjang sekolah dasar. "Hal ini dilakukan guna membentuk generasi millenial yang memiliki kompetensi di bidang musik tradisional," tegas Kusnan.

Sementara itu, Instruktur Gamelan DKD Mojodeso, Wiji Eko Asmara, berharap dengan dilaksanakannya latihan secara rutin. Maka akan menarik generasi muda untuk terus bergabung dan turut melestarikan kesenian musik tradisional.

"Sebagai penunjang kegiatan DKD Mojodeso, Pemdes menyediakan alat kesenian tradisional, membangun gedung kesenian dan panggung terbuka," sambungnya.

Lanjut, fasilitas penunjang tersebut berada di RT. 11/RW. 02 Desa Mojodeso. Selanjutnya akan disediakan pula ruang khusus penyimpanan alat kesenian tradisional di atas panggung terbuka. "Dan dibangun gapura yang megah sebagai gerbang memasuki area kesenian Desa Mojodeso," pungkasnya.[liz/ito]

Tag : kesenian, mojodeso, dkd, pemdes



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat