Selalu Mengabaikan Emosi Anak-Anak, Inilah 4 Tanda Orang Tua Narsistik!
blokbojonegoro.com | Thursday, 07 April 2022 07:00
Reporter: -
blokBojonegoro.com - Kepribadian narsisme berada dalam spektrum. Karenanya, setiap orang memiliki kepribadian ini dalam 'kadar' yang berbeda dan menunjukkan tanda-tanda yang bervariasi.
Namun, sebanyak 6% dari populasi memiliki karakter ini kepribadian ini dalam bentuk ekstrim hingga didiagnosis gangguan kepribadian narsistik atau NPD.
Orang tua yang memiliki sifat ini dapat memengaruhi anak-anak mereka dengan cara yang buruk. Biasanya, orang tua menunjukkan tingginya kepentingan diri mereka sendiri.
Menurut Insider, berikut tanda orang tua memiliki kepribadian narsistik.
1. Dukungan orang tua terasa bersyarat
Orang narsistik mempunyai rasa mementingkan diri sendiri.
Sebagai orang tua, mereka mungkin memandang anak-anak sebagai cerminan diri mereka sendiri dan ini dapat ditunjukkan dengan kasih sayang dan dukungan. Tetapi ini dilakukan hanya karena orang tua ingin terlihat baik di mata orang lain.
Powered by GliaStudio
Psikolog Meghan Mercum di AMFM Healthcare mengatakan ini lebih sering dilakukan oleh seorang ibu yang suka menegaskan superioritas mereka.
Bahkan, orang tua narsistik dapat cemburu jika orang lain, termasuk anak-anak mereka, menjadi pusat perhatian.
2. Orang tua sering mengabaikan emosi anak
Karena seorang narsistik terlalu fokus pada diri sendiri, mereka sering mengabaikan emosi orang lain.
Orang narsistik juga tidak memiliki empati, sehingga mereka kesulitan terhubung dengan emosi orang lain, termasuk perasaan takut, sedih, atau kecewa.
3. Anak meragukan diri sendiri ketika sudah dewasa
Orang tua yang sering mengabaikan emosi anaknya, maka akan menyebabkan adanya keraguan pada diri sang anak ketika tumbuh dewasa.
"Ini terjadi karena tidak adanya lingkungan yang mendukung dan penuh kasih sayang, yang dibutuhkan untuk kesehatan mental," jelas Marcum.
4. Anak selalu merasa harus menjadi versi terbaik ketika berada di sekitar orang tua
Hal ini dapat menyebabkan anak menjadi sangat kritis terhadap diri sendiri, menghindari konflik, dan merasa mereka harus sempurna setiap saat.
"Ini mengarah pada masalah dengan keterikatan dan pandangan yang terdistorsi secara keseluruhan tentang apa yang khas dan sehat dalam hubungan," tandasnya.
*Sumber: suara.com
Tag : pendidikan, kesehatan, emosi anak-anak
* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini