18:00 . Secara Resmi Bupati Anna Serahkan 28 Unit Kendaraan Dinas Camat   |   16:00 . Dewan Pengupahan Rencanakan Kenaikan UMK 2023 Sebesar 3,4 Persen   |   13:00 . Desainer Yustin Mariani Bangga Rancangannya Tampil di BNFF   |   20:00 . Minibus Adu Banteng dengan Truk, Satu Orang Meninggal   |   19:00 . Pintu Air Waduk Pacal Macet, BPBD Terus Berkoordinasi BBWS Cegah Potensi Banjir Susulan   |   18:00 . Bupati Anna Resmikan Pasar Burung Bagi Para Bird Lovers   |   16:00 . Student Agency, Tantangan Guru Masa Kini   |   15:00 . Lagi Turun, Harga Antam Dijual Mulai Rp539.500   |   13:00 . Hujan, Ini Tips Saat Berkendara dengan Motor   |   19:00 . Viral Pengantin Nikah Saat Banjir, Netizen: Doa Mantan Terkabulkan   |   18:00 . Viral, Warga Sukosewu Langsungkan Pernikahan di Tengah Banjir   |   15:00 . Ini Tips Tetap Bugar dan Tingkatkan Imun Ala Tirta Ayu Spa   |   13:00 . Pernikahan Dini Marak, APPA dan PA Bojonegoro Bersinergi Bersama   |   11:00 . Inilah Nama Pemenang Fashion Street Fruit and Veggie Competition   |   10:00 . Pemkab Bojonegoro Raih Penghargaan Insan UPG dari KPK   |  
Wed, 30 November 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Lagi, Korban Dugaan Arisan Bodong Lapor Polisi, Kerugian Capai Rp1,7 M

blokbojonegoro.com | Monday, 21 November 2022 15:00

Lagi, Korban Dugaan Arisan Bodong Lapor Polisi, Kerugian Capai Rp1,7 M

 

Kontributor: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com - Lagi, muncul kasus dugaan investasi bodong berkedok arisan online. Jika kabar sebelumnya terduga pelaku beralamat di Ngasem, kali ini terduga pelaku beralamat di Temayang. Rata-rata korban adalah ibu rumah tangga dengan kerugian mencapai kurang lebih Rp1,7 miliar.

Setidaknya terdapat 64 orang yang mengaku menjadi korban arisan bodong tersebut. Diduga arisan tersebut diinisiatori perempuan muda atas nama AN (30) warga Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro yang kesehariannya bertempat tinggal di Kecamatan Dander.

Kasus tersebut terungkap, setelah salah seorang korban mendatangi Polres Bojonegoro untuk melaporkan pengelola atau owner arisan tersebut atas dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Desi Novita Sari (29) warga Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, salah satu perwakilan korban yang datang ke Polres Bojonegoro menjelaskan bahwa dirinya mengaku menjadi salah satu korban arisan yang dikelola AN.

"Total kerugian saya sampai saat ini Rp61 juta rupiah, rekan saya ini 29 juta rupiah,” kata Desi kepada blokBojonegoro.com, minggu (20/11/2022) di Mapolres Bojonegoro.

Desi menceritakan bahwa motif arisan tersebut menawarkan keuntungan antara 10-25 persen setiap bulan. Jadi semisal ia membuka arisan dengan nilai perolehan (get) Rp3 juta, ia membelinya dengan harga Rp2,5 juta, namun cairnya tetap Rp3 juta.

Saat disinggung kapan arisan tersebut mulai terhambat atau tidak dibayar? Desi menyampaikan bahwa, arisan tersebut mulai macet pada bulan Maret 2022 lalu.

Setelah ada indikasi arisan tersebut macet, Desi bersama member yang lain berupaya menanyakan kepada terduga pelaku, dia meminta waktu selama dua bulan untuk menyelesaikan uang para member, namun hingga saat ini ternyata tidak ada pencairan.

“Hingga kini tidak ada pencairan, maka kami langsung melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian untuk segera ditangani,” pungkasnya. [riz/lis]

 

 

Tag : Arisan, bodong, dugaan



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat