Pengirim: M. Fajar Dermawan*
blokBojonegoro.com - Penguatan ekonomi desa dalam beberapa tahun terakhir semakin menuntut hadirnya kebijakan yang tidak berhenti pada pemberian bantuan atau peningkatan produksi, melainkan mampu membangun keterhubungan yang lebih konkret antara masyarakat desa dan pasar.
Dalam konteks tersebut, Surat Edaran Bupati Bojonegoro Nomor 524/ 605 /412.222/2026 tentang pembelian telur ayam dari keluarga penerima manfaat program gayatri dan peternak ayam petelur lokal dapat dibaca sebagai bentuk intervensi kebijakan yang menarik. Pemerintah daerah tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi sekaligus mengambil posisi sebagai fasilitator ekonomi lokal dengan membuka ruang penyerapan hasil produksi masyarakat desa.
Dalam perspektif pembangunan ekonomi lokal, langkah ini penting karena persoalan utama usaha peternakan rakyat sering kali tidak terletak pada kemampuan produksi semata, melainkan pada keberlanjutan pasar dan stabilitas distribusi.
Potret Lapangan dari Kecamatan Kepohbaru
Pada April 2026, Kecamatan Kepohbaru melaksanakan monitoring dan evaluasi APBDes Semester II Tahun 2025 di 25 desa yang sekaligus dimanfaatkan untuk melakukan kontrol lapangan terhadap pelaksanaan program GAYATRI. Dari kegiatan tersebut dilakukan survei terhadap 78 Keluarga Penerima Manfaat peternak ayam petelur yang tersebar di seluruh desa.
Hasil monitoring menunjukkan bahwa rata-rata produksi telur peternak berada pada angka 3,42 kilogram per hari atau sekitar 49 butir, dengan penggunaan pakan rata-rata 6 kilogram per hari pada kisaran harga Rp7.000 per kilogram. Sementara harga jual telur di tingkat peternak berada pada rentang Rp22.000 sampai Rp27.000 per kilogram. Secara ekonomi sederhana, angka tersebut menunjukkan bahwa program GAYATRI telah menciptakan aktivitas produktif yang nyata dan berkontribusi terhadap tambahan pendapatan rumah tangga desa.
Akan tetapi, hasil monitoring lapangan juga menunjukkan bahwa persoalan distribusi telur tidak dapat dijelaskan secara sederhana sebagai lemahnya daya beli pasar. Komposisi kualitas telur menunjukkan sekitar 18 persen berada pada kategori super, 40 persen kategori baik, dan 42 persen masih berada pada kategori telur kecil.
Dari data tersebut terlihat bahwa kualitas hasil produksi antarpeternak belum sepenuhnya seragam. Menariknya, kelompok telur kategori super dan baik justru relatif tidak mengalami hambatan penjualan. Pada sebagian peternak, telur kualitas terbaik bahkan telah lebih dahulu dipesan oleh pengepul maupun masyarakat sekitar sebelum memasuki distribusi berikutnya.
Dalam praktik lapangan, kondisi tersebut cukup terasa karena tidak jarang permintaan datang lebih cepat daripada ketersediaan stok kualitas terbaik. Temuan ini memperlihatkan bahwa pasar lokal terhadap telur GAYATRI pada dasarnya telah terbentuk dan memiliki daya serap yang cukup baik.
Pasar Murah dan Daya Serap Masyarakat
Fakta tersebut juga terlihat pada pelaksanaan pasar murah pada Jumat, 22 Mei 2026 di pendopo kantor kecamatan Kepohbaru bekerjasama dengan Bojonegoro Eggcellence (Kelompok Peternak GAYATRI). Dari sekitar 53 kilogram telur yang dibawa untuk dijual kembali kepada masyarakat dan pegawai di lingkup Kecamatan Kepohbaru, hanya sekitar 6 kilogram yang tersisa. Tingkat serapan tersebut menunjukkan bahwa telur GAYATRI memiliki respons pasar yang positif.
Namun demikian, sisa yang masih tertahan sebagian besar berasal dari kelompok telur berukuran kecil yang secara alami lebih sensitif terhadap harga dan preferensi konsumen. Dalam mekanisme pasar komoditas pangan, ukuran telur berpengaruh langsung terhadap pembentukan nilai jual. Konsumen rumah tangga maupun pengepul cenderung menyesuaikan pilihan berdasarkan kualitas dan persepsi nilai yang diterima. Karena itu, kelompok telur kecil membutuhkan strategi pemasaran yang berbeda dibanding kategori super dan baik.
Dari sisi peternak, kondisi tersebut tentu tidak berdiri sendiri. Monitoring lapangan menunjukkan bahwa kendala yang paling sering disampaikan adalah kematian ternak dan tantangan penjualan pada kelompok telur kecil. Risiko kematian ayam memiliki dampak langsung terhadap produktivitas harian dan keberlanjutan usaha. Pada saat yang sama, biaya pakan tetap berjalan dan menjadi komponen pengeluaran utama.
Dalam konteks usaha peternakan rakyat skala rumah tangga, keseimbangan antara produktivitas ternak, kualitas hasil produksi, dan kepastian pasar menjadi penentu utama keberlanjutan ekonomi peternak. Dengan demikian, dinamika yang terjadi pada program GAYATRI perlu dibaca secara lebih utuh sebagai kombinasi antara aspek teknis budidaya, kualitas hasil produksi, dan mekanisme pasar yang terus bergerak.
Menjaga Keberlanjutan GAYATRI
Dari perspektif kebijakan publik, surat edaran Bupati menjadi langkah strategis karena memperkuat kepercayaan pasar sekaligus memberi dukungan moral dan ekonomi kepada peternak rakyat. Namun keberlanjutan program dalam jangka panjang tentu memerlukan penguatan lanjutan pada aspek kualitas produksi dan tata kelola usaha peternakan di tingkat desa. Standardisasi kualitas telur, penguatan pendampingan teknis peternakan, pengelolaan risiko kematian ternak, dan strategi distribusi untuk kelompok telur kecil menjadi agenda penting agar manfaat ekonomi GAYATRI semakin merata.
Program GAYATRI pada akhirnya menunjukkan satu pelajaran penting dalam pembangunan desa bahwa keberhasilan program pemberdayaan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh produksi atau dukungan kebijakan, tetapi oleh kemampuan membangun ekosistem ekonomi yang saling terhubung antara warga, pasar, dan pemerintah. Surat edaran pemerintah daerah telah membuka ruang penyerapan. Peternak telah menunjukkan produktivitas yang nyata. Pasar lokal telah memberikan respons yang cukup baik.
Tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh mata rantai tersebut berjalan semakin kuat dan berkelanjutan, sehingga manfaat ekonomi dari kandang-kandang warga desa di Bojonegoro benar-benar tumbuh menjadi fondasi penguatan ekonomi desa yang sehat, adaptif, dan berdaya tahan dalam jangka panjang. [mu]
*Praktisi pemerintahan dan analis kebijakan publik serta founder BojonegoroEggcellence
0 Comments
LEAVE A REPLY
Your email address will not be published