17:00 . Awal Tahun 2022, Ada 164 Kasus DBD dan DD Masuk Dinkes Bojonegoro   |   16:00 . Harga Cetakan Antam Turun, UBS Justru Naik   |   15:00 . 1 Jiwa Melayang, Pemdes Kandangan Imbau Tetap Waspada DBD   |   14:00 . Sepanjang 2021, Dinas Damkar Tangani 445 Sarang Tawon   |   13:00 . Era Baru Perdagangan Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka Dimulai   |   12:00 . Bupati Anna Siapkan 4000 Beasiswa untuk Mahasiswa Tugas Akhir   |   11:00 . Kecelakaan Bus Margo Djoyo, 1 Orang Meninggal 5 Luka-luka   |   10:00 . Video Proses Evakusi Badan Bus Terguling di Jalur Bojonegoro Surabaya   |   09:00 . Video Kecelakaan Bus Terguling di Jalan Bojonegoro Surabaya   |   08:00 . Bus Terguling di Jalan Bojonegoro - Surabaya   |   07:30 . Hindari Truk, Bus Terguling di Mojodeso   |   07:00 . Jangan Langsung Dimarahi Jika Nilai Sekolah Anak Menurun, Bisa Jadi Gejala Stres Belajar   |   19:00 . Pelajar Bojonegoro Ikuti Virtual Zoom Meeting Himabo Goes To Campus   |   18:00 . Sinergi TNI-Polri Bersama Wartawan Bojonegoro   |   16:00 . Dinkes Bojonegoro Catat 112 Kasus DBD, 2 Orang Meninggal   |  
Tue, 18 January 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Kena Diabetes, Waspadai Hiperglikemia

blokbojonegoro.com | Sunday, 26 September 2021 07:00

Kena Diabetes, Waspadai Hiperglikemia

Reporter: --

blokBojonegoro.com - Hiperglikemia merupakan sebuah kondisi di mana kadar gula darah mengalami peningkatan. Hiperglikemia umumnya terhadi pada pasien diabetes, namun dalam beberapa kasus kondisi ini juga bisa dipicu oleh stres dan efek samping obat steroid.

Seseorang dapat dikatakan mengalami hiperglikemia bila kadar gula darahnya sebesar 130 mg/dL atau lebih sebelum makan atau setelah tidak makan selama beberapa jam. Pada kondisi setelah makan, seseorang bisa dikatakan mengalami hiperglikemia bila memiliki kadar gula darah di atas 180 mg/dL.

Sebagai perbandingan, kadar gula darah yang normal umumnya berkisar di antara 80-130 mg/dL. Untuk mengatasi hiperglikemia, ada tiga hal penting yang perlu diketahui. Berikut ini adalah ketiga hal tersebut, seperti dikutip dari Insider, Sabtu (25/9/2021).

Mengenali tanda dan gejala

Gejala hiperglikemia yang paling umum adalah peningkatan rasa haus, keinginan untuk minum muncul lebih sering, frekuensi berkemih meningkat, pandangan kabur, dan penurunan berat badan. Akan tetapi, gejala seringkali baru muncul ketika kadar gula darah sudah meningkat di atas 200 mg/dL.

Oleh karena itu, tes darah perlu dilakukan untuk memastikan kondisi hiperglikemia. Hiperglikemia yang tak diobati dapat memicu terjadinya ketoasidosis diabetik. Kondisi ini paling umum terjadi pada orang dengan diabetes tipe 1.

Ketoasidosis diabetik terjadi ketika tubuh tak mampu memecah gula secara baik untuk menjadi energi, sehingga tubuh memecah lemak. Kondisi ini secara alami akan melepas asam ke dalam darah. Karena tubuh tak bisa membersihkan asam dengan cukup cepat, keberadaan asam ini bisa beracun di dalam darah.

Ketoasidosis diabetik merupakan sebuah kedaruratan medis. Orang yang mengalami gejala ketoasidosis diabetik, khususnya bila memiliki diabetes, perlu dibawa ke unit gawat darurat. Gejala-gejala yang patut diwaspadai adalah mual, lelah, sesak napas, mulut kering, nyeri perut. [lis]

Tag : Kesehatan, diabetes, sakit



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat