16:00 . Dewan Pengupahan Rencanakan Kenaikan UMK 2023 Sebesar 3,4 Persen   |   13:00 . Desainer Yustin Mariani Bangga Rancangannya Tampil di BNFF   |   20:00 . Minibus Adu Banteng dengan Truk, Satu Orang Meninggal   |   19:00 . Pintu Air Waduk Pacal Macet, BPBD Terus Berkoordinasi BBWS Cegah Potensi Banjir Susulan   |   18:00 . Bupati Anna Resmikan Pasar Burung Bagi Para Bird Lovers   |   16:00 . Student Agency, Tantangan Guru Masa Kini   |   15:00 . Lagi Turun, Harga Antam Dijual Mulai Rp539.500   |   13:00 . Hujan, Ini Tips Saat Berkendara dengan Motor   |   19:00 . Viral Pengantin Nikah Saat Banjir, Netizen: Doa Mantan Terkabulkan   |   18:00 . Viral, Warga Sukosewu Langsungkan Pernikahan di Tengah Banjir   |   15:00 . Ini Tips Tetap Bugar dan Tingkatkan Imun Ala Tirta Ayu Spa   |   13:00 . Pernikahan Dini Marak, APPA dan PA Bojonegoro Bersinergi Bersama   |   11:00 . Inilah Nama Pemenang Fashion Street Fruit and Veggie Competition   |   10:00 . Pemkab Bojonegoro Raih Penghargaan Insan UPG dari KPK   |   09:00 . Teknologi Informasi dan Komunikasi Berkembang, Jurnalis Harus Adaptasi dengan Tantangan   |  
Tue, 29 November 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Jelang Ramadan Kudapan Berbahan Dasar Kurma Mulai Bergeliat

blokbojonegoro.com | Thursday, 24 March 2022 17:00

Jelang Ramadan Kudapan Berbahan Dasar Kurma Mulai Bergeliat

Reporter : Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Kurma merupakan salah satu hidangan khas saat bulan Ramadan yang mudah ditemukan di Indonesia. Maka, tidak heran jika buah dari Timur Tengah ini populer dijadikan sebagai menu berbuka puasa bagi umat Muslim.

Meski Ramadan 2022 masih dalam hitung jari, tampak para pelaku usaha kecil menengah (UKM) bidang makanan dan minuman olahan kurma di Bojonegoro mulai bergeliat. 

Seperti halnya Elvin Angga Dwi Julianti, Mahasiswa STIE Cendekia Bojonegoro, ia mengaku mulai aktif memproduksi mamud atau kurma selimut. Sejak tahun 2020, atau sekitar 2 tahun ini. 

Kurma selimut sendiri merupakan olahan kudapan berbahan dasar kulit pangsit yang dibalut dengan kurma. Sehingga memunculkan kelezatan rasa gurih bercampur manisnya, legitnya kurma. 

"Awal April produksi mamud masih jalan, isi di beberapa outlet dan hotel-hotel. Tetapi stoknya tidak banyak hanya beberapa karena minyak masih langka. Untuk harga Rp 11.000 per pcs," tutur gadis asal Klangon. 

Sementara itu, Sri Endah W, salah satu produsen Kurmo Jowo asal Kapas, berujar menjelang bulan puasa. Produksi sekaligus pemesanan kudapan kurma juga mulai bergeliat. 

Terlebih saat ini harga komoditi tomat di pasar tradisional. Yang menjadi bahan baku pembuatan kurmo jowo mulai turun, atau sekitar Rp 6.000 per kilogram. "Kemarin harga tomat sempat naik sekitar Rp 8.000 per kilogram, sekarang sudah turun jadi bisa produksi Kurmo Jowo untuk persediaan berbuka puasa," ucap Endah. 

Nantinya, saat menjelang Ramadhan. Endah berencana memproduksi sebanyak 20 kilogram Kurmo Jowo yang diambil dari bahan baku tomat yang sudah diolah. "Kira-kira 20 kilogram, dititipkan di beberapa toko/outlet. Saya jualnya Rp 12.000 kemasan pouch maupun kotak kecil," pungkasnya. [liz/ito]

 

Tag : Kurma, Ramadan, kuliner, Jajaran



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat