20:00 . Pengurus Perkumpulan Jamaah Tahlil Perempuan di Bojonegoro Resmi Dilantik   |   19:00 . Gandeng Lakpesdam NU, Kominfo Dorong Masyarakat Cakap Literasi Digital   |   18:00 . Buruh Aksi di Gubernuran, Ini Hasil Audiensi RTMM SPSI dengan Para Stakeholder Pemprov Jatim   |   17:00 . Makam Diduga untuk Ritual Pesugihan Dibongkar, Isinya Mengejutkan   |   16:00 . 295 WBP Diusulkan Dapat Remisi Kemerdekaan, 6 Napi Langsung Bebas   |   15:00 . DWP Kemenag Bojonegoro Gelar Deteksi Dini IVA Test dan Sadanis Gratis   |   13:00 . 49 SMA di Bojonegoro Mulai Terapkan Kurikulum Merdeka   |   09:00 . Penemuan Makam di Tengah Hutan   |   08:00 . Hilang STNK NoPol S-3124-DG   |   07:00 . Orangtua Harus Tahu! Ini 7 Tips Habiskan Waktu Bersama dengan Anak   |   20:00 . Merdeka Cup 2022 dalam Kemeriahan Kemerdekaan RI ke-77   |   19:00 . Ratusan Masyarakat Bojonegoro dan Tuban Deklarasikan LaNyalla Capres 2024   |   18:00 . Fenomena Fashion Week, Budayawan Berharap Bisa Tampilkan Produk Batik Lokal   |   17:00 . Kader Berpretasi Asal Bojonegoro, Mantapkan Maju Caketum PP IPPNU   |   16:00 . Profil Coach Persibo Masdra Nurriza, Awali Karir dari Bangku SMP   |  
Wed, 10 August 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Warga Tlogohaji Budidaya Tanaman Kopi di Bojonegoro

blokbojonegoro.com | Monday, 14 February 2022 13:00

Warga Tlogohaji Budidaya Tanaman Kopi di Bojonegoro

Kontributor: Moch Misbahul Munir

blokBojonegoro.com - Tanaman kopi selama ini banyak tumbuh di daerah pegunungan maupun dataran tinggi dengan kondisi udara yang lembab, suhu sejuk serta kondisi tanah yang subur dan gembur. Namun, kini tanaman kopi berhasil dikembangkan dan ditanam di Kabupaten Bojonegoro dengan yang secara kondisi geografis berapa di dataran rendah serta dengan kondisi cuaca yang panas.

Di Bojonegoro, tanaman ini ditanam di lahan seluas 520 meter persegi yang terletak di Desa Tlogohaji, Kecamatan Sumberrejo. Puluhan tanaman kopi dari berbagai jenis tumbuh subur dan sebentar lagi akan panen.

"Karena ini masih uji coba jadi semua jenis kopi kita tanam, Terdapat empat jenis kopi yakni robusta, arabika, librika excelta, yang saat ini tengah diteliti dan dikembangkan, mana yang cocok untuk ditanam di Bojonegoro," terang Mutohar Hadip pengelola kebun kopi, pada blokBojonegoro.com senin (14/02/2022).

Pria yang akrab disapa Ngadi ini menjelaskan, penanaman ini masih tahap uji coba dengan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang pertanian dan perkebunan. "Setelah melaui proses yang panjang selama 3 tahun untuk menjawab problem alamiah (kondisi tanah, suhu, dan cuaca) untuk menanam kopi kuncinya yakni pada pengolahan tanah dengan baik," tandasnya.

Ngadi yang juga merupakan Ketua Kelompok Tani setempat menjelaskan, untuk pengolahan tanah pihaknya menggunakan kompos dari sekam padi ditambah dengan kotoran sapi serta bahan organik lainnya. Di samping sebagai nutrisi bagi tanaman kopi, penggunaan kompos dari sekam padi dinilai ampuh untuk mengatasi problem tanah yang pecah saat musim kemarau.

"Sekarang kurang lebih terdapat 50 tanaman kopi yang sudah berbuah, yang paling banyak berbuah dari Jenis Robusta, Librika juga ada, bahkan jenis kopi Arabika yang identik tumbuhnya di dataran tinggi 800 Mdpl ke atas disini juga berbuah," ungkapnya.

Tak hanya pengolahan tanah, pentingnya memilih pohon sebagai peneduh juga berpengaruh bagi tanaman kopi, sebab tanaman kopi memerlukan tanaman pelindung untuk mengurangi intensitas matahari yang sampai di kanopi daun, karena tanaman ini tidak dapat tumbuh dengan baik apabila ditanam pada areal yang terbuka.

"Kita pernah coba tanam pepaya dan ternyata kurang cocok kemudian kita pilih pohon sengon sebagai peneduh, di samping pertumbuhannya cepat, daunnya kecil, sering berguguran, tentunya itu sangat bagus sebagai kompos untuk nutrisi dari tanaman kopi itu sendiri," ungkapnya.

Pemantauan secara rutin, juga perlu dilakukan setiap hari untuk mengetahui pertumbuhan kopi, juga memantau apakah tanaman kopi sedang terserang hama atau tidak. Biasanya hama yang menyerang seperti kutu putih atau biasa disebut indrak ini menjangkit di batang yang ada buahnya, bila tidak segera ditangani nantinya buah akan gembos dan rusak.

"Cara mengatasinya harus rutin di kompres, menggunakan obat - obatan yang biasa dijual di toko pertanian," imbuhnya.

Selain untuk uji coba dan riset, lanjut Ngadi pengembangan perkebunan kopi ini juga untuk memunculkan potensi pertanian dan perkebunan baru, yang nantinya lahan di sekitar pekarangan rumah masyarakat, dapat dimanfaatkan untuk menanam kopi, sehingga bisa menjadi alternatif usaha bagi masyarakat di Kabupaten Bojonegoro.

"Harapannya ke depan dari perkebunan kopi ini menjadi tempat berdiskusi, tukar pengalaman, bagi pecinta kopi yang ada di Bojonegoro, dan bisa kita promosikan menjadi salah satu brand kopi dari Bojonegoro," tutupnya. [mis/lis]

 

 

 

 

 

Tag : Kopi, wisata, Bojonegoro



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat