20:00 . Pengurus Perkumpulan Jamaah Tahlil Perempuan di Bojonegoro Resmi Dilantik   |   19:00 . Gandeng Lakpesdam NU, Kominfo Dorong Masyarakat Cakap Literasi Digital   |   18:00 . Buruh Aksi di Gubernuran, Ini Hasil Audiensi RTMM SPSI dengan Para Stakeholder Pemprov Jatim   |   17:00 . Makam Diduga untuk Ritual Pesugihan Dibongkar, Isinya Mengejutkan   |   16:00 . 295 WBP Diusulkan Dapat Remisi Kemerdekaan, 6 Napi Langsung Bebas   |   15:00 . DWP Kemenag Bojonegoro Gelar Deteksi Dini IVA Test dan Sadanis Gratis   |   13:00 . 49 SMA di Bojonegoro Mulai Terapkan Kurikulum Merdeka   |   09:00 . Penemuan Makam di Tengah Hutan   |   08:00 . Hilang STNK NoPol S-3124-DG   |   07:00 . Orangtua Harus Tahu! Ini 7 Tips Habiskan Waktu Bersama dengan Anak   |   20:00 . Merdeka Cup 2022 dalam Kemeriahan Kemerdekaan RI ke-77   |   19:00 . Ratusan Masyarakat Bojonegoro dan Tuban Deklarasikan LaNyalla Capres 2024   |   18:00 . Fenomena Fashion Week, Budayawan Berharap Bisa Tampilkan Produk Batik Lokal   |   17:00 . Kader Berpretasi Asal Bojonegoro, Mantapkan Maju Caketum PP IPPNU   |   16:00 . Profil Coach Persibo Masdra Nurriza, Awali Karir dari Bangku SMP   |  
Wed, 10 August 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Wisata Petik Duren Desa Klino Makin Populer

blokbojonegoro.com | Sunday, 06 February 2022 16:00

Wisata Petik Duren Desa Klino Makin Populer Pengunjung asyik memetik buah durian langsung dari pohonnya. (Joel Joko/blokbojonegoro.com)

 

Reporter: Joel Joko

blokBojonegoro.com - Setelah hampir dua jam perjalanan dari Kecamatan Bojonegoro, akhirnya tim mlipir blokBojonegoro berhasil menemukan rumah Mbah Datrap di Dusun Kedaton, Desa Klino, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (6/2/2022) pagi.

Tidak terlalu sulit mencari si empunya kebun durian di desa ini. Sebab wisata petik durian milik Mbah Datrap saat ini semakin populer. Tidak hanya warga lokal yang sudah berkunjung kesana tapi juga ada juga dari luar Bojonegoro seperti Jakarta , Surabaya dan Madiun.

Pagi tadi kedatangan kami disambut langsung oleh Mbah Ju yang tak lain adalah istri dari Mbah Datrap. Beliau sangat ramah mempersilakan masuk ke dalam rumahnya yang sangat sederhana. Kesan pertama ketika masuk ke dalam rumah langsung tercium aroma durian masak. 

"Mbah Kung sedang pergi ke Solo, nanti kalau mau lihat-lihat ke kebun biar diantar menantu saya," ucapnya.

Tak lama Mas Prapto datang dengan sigapnya mengajak tim menuju ke kebun yang berada tak jauh dari rumah mereka. Alhasil rasa lelah kami langsung hilang setelah melihat area perkebunan yang banyak ditumbuhi aneka pohon dan tanaman.

Entah ada berapa jenis pohon yang ditanam di sana, mulai porang, belinjo, rambutan, alpukat, matoa, sirsak, srikaya durian dan tanaman obat seperti jahe, kunyit dan lengkuas. Tanah milik pribadi itu memang belum dikelola sebagaimana wisata pada umumnya. Sehingga saat masuk ke dalam kebun masih terlihat asri dan lazimnya perkebunan perdesaan.

Saat mata kami melihat ke atas pohon pohon besar , di sana lah rasa penasaran itu terjawab. Banyak pohon durian berbuah menggoda pengunjung untuk memetik. Tapi sayang, pohonnya sangat tinggi sehingga sulit terjangkau. 

Namun Mas Prapto sudah menyiapkan galah untuk mengecek buah durian yang tua. Caranya menggoyangkan buah yang berukuran besar untuk memastikan durian benar benar masak. Tak hanya itu, mas Prapto juga mau memanjat ke pohon yang menjulang untuk memetik buah durian yang sudah diikat sebelumnya.

"Beberapa durian yang besar dan siap panen sudah kami ikat dengan tali agar tidak jatuh dari pohon," jelasnya.

Dikatakan buah durian yang jatuh dari pohon memang sangat lezat tapi harus segera dimakan. Karena kebanyakan kulitnya pecah. Kalau tidak segera dimakan atau dibiarkan lama menyebabkan rasa manis dan segar durian lokal ini berkurang.

Tim juga sempat mencicipi durian yang baru jatuh dari pohon pagi tadi. Tak disangka durian lokal itu benar benar enak dan wangi. Rasanya menikmati durian langsung di bawah pohon memang mempunya sensasi yang berbeda. Tak heran tempat ini cepat viral meski di pelosok desa.

"Bupati juga sudah beberapa kali datang ke sini," lanjut Mas Prapto.

Kedatangan orang nomor satu di jajaran Pemkab Bojonegoro itu akhirnya mendorong keluarga Mbah Datrap untuk menjadikan kebun mereka sebagai destinasi wisata agro. Diakui produksi buah durian di tempat ini belum banyak. Dari 40 pohon yang sudah berbuah sekitar 17 pohon.

Pohon durian itu sudah ditanam sekitar 35 tahun yang lalu dan sudah panen 10 kali. Para pengunjung yang ingin pergi ke kebun Mbah Datrap sebaiknya pagi hari. Tidak jarang pengunjung yang datang ke lokasi ini kehabisan buah yang menjadi favorit di tempat ini. Sebagai gantinya pengunjung hanya bisa ber swafoto mengabadikan momen mlipir ke kebun durian Mbah Datrap.[oel/lis]

 

Tag : Wisata, agro, klino



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat