22:00 . Mulai Besok, SKB CPNS Bojonegoro Diselenggarakan   |   20:00 . Lantik Kades PAW, Bupati Ajak Selaraskan Program Kesejahteraan Masyarakat   |   19:00 . Pendiri ISNU Asli Bojonegoro, Pengurus Harus Teruskan Semangat Berjuang   |   18:00 . Bupati Tunjukkan Inovasi Bojonegoro Pada Ajang Kepala Daerah Inovatif Kemendagri   |   17:00 . Awas...!! Saat Hujan Jalan Ini Rawan Tergenang   |   16:00 . Hujan Deras, Beberapa Jalan di Kota Bojonegoro Tergenang   |   12:00 . Lukisan Termahal dalam Pameran Dibandrol Rp30 Juta   |   09:00 . New Citra Rupa Bojonegoro Persembahkan Keindahan Karya Seni Lukis   |   07:00 . Psikolog Ungkap Dampak Digitalisasi Pada Kesehatan Mental: Bikin Stres dan Depresi   |   21:00 . FKS Koordinasi ke Kecamatan, untuk Wujudkan Bojonegoro Sebagai Kabupaten Sehat   |   20:00 . Harga Turun, Berikut Rincian Angka Jual Cetakan USB dan Antam   |   19:30 . Perdana, UNU Sunan Giri Launching Mars PGMI Sekaligus Kenalkan AKM   |   19:00 . Gubernur Jatim Borong Produk Disabilitas Bojonegoro   |   18:30 . YKP Gelar Diskusi Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga   |   18:00 . Produk Disabilitas Bersama KADIN Bojonegoro ke Pameran   |  
Sat, 27 November 2021
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

YKP Gelar Diskusi Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga

blokbojonegoro.com | Thursday, 25 November 2021 18:30

YKP Gelar Diskusi Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga Pelaksanaan Diskusi Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. (Foto: Istimewa)

Reporter: Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Yayasan Kesehatan Perempuan (YKP) merupakan sebuah organisasi masyarakat yang terfokus pada isu hak dan kesehatan reproduksi yang belum terpenuhi. Seperti angka kematian ibu dan anak (AKI), di mana penyumbang terbesar ialah kehamilan di usia 15 hingga 19 tahun. Hal itu menunjukkan angka perkawinan yang tinggi.

Peduli akan hal tersebut, YKP mengandeng Dinas P3AKB Bojonegoro pada diskusi penutupan program menciptakan ruang aksi pencegahan kekerasan terhadap perempuan, anak perempuan dan perkawinan anak.

Kegiatan diskusi ini dihadiri oleh Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awanah melalui virtual zoom meeting serta sebanyak 42 peserta perwakilan dari OPD, Organisasi Masyarakat, Aktivis Mahasiswa hingga Media. Kamis (25/11/2021).

Direktur YKP, Nanda Dwita Sari, dalam sambutannya menyampaikan pada beberapa kasus kekerasan yang marak terjadi di Indonesia. Khususnya bagi kaum wanita maupun anak, tentu saja kita masih membutuhkan langkah dan cara strategi untuk menghapus.

"Diantaranya kerjasama kolektif semua pihak/masyarakat, adaptasi bahan lebih baik, hingga perubahan sekecil apapun dapat memberikan berarti. Serta diperlukan komitmen agar terus mendapatkan perhatian dan menjadi modal keberhasilan," papar Nanda Dwita Sari.

Sementara itu, Country Director OXFAM Indonesia, Maria Lauranty, menyampaikan bahwa Indonesia bagian dari komunitas Global memiliki komitmen. 9 tahun mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, menghapus praktek membahayakan perkawinan paksa pada anak serta sunat bagi anak perempuan.

"Ini merupakan komitmen bersama dalam menghapus, sehingga apa yang kita lakukan hari ini tidak terhenti. Dengan harapan tidak ada anak yang menikah di usia dini serta memberikan kontribusi perubahan batas usia minimal dan ini merupakan capaian bersama," imbuhnya.

Perlu kita ketahui bersama, selama Pandemi Covid-19 banyak data yang menyebutkan bahwa kekerasan terhadap perempuan meningkat. "Ini merupakan modal awal memperjuangkan keadilan bagi perempuan/anak perempuan di Indonesia," ucapnya.

Terpisah melalui virtual zoom meeting, Bupati Bojonegoro, Anna Mu'awanah, mengungkapkan diskusi ini merupakan langkah pencegahan kekerasan bagi anak dan perempuan. Maka bagaimana caranya kaum perempuan mendapatkan ilmu pengetahuan yang sesuai. "Sehingga dia bisa memperjuangkan hak-haknya. Baik itu kesempatan, advokasi diri bahwa perempuan memiliki hak yang sama dengan kaum laki-laki," sambung Bupati Anna.

Harapan kami kedepan mampu memberikan rekomendasi yang baik, tepat digunakan Pemkab Bojonegoro di dalam membuat kebijakan peran perempuan di bidang sektor kesehatan anak, sektor penanggulangan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). Sehingga bisa dilakukan untuk langkah kebijakan selanjutnya.

"Tahun berikutnya melalui Musrenbang nanti Pemkab Bojonegoro segera menyusun Musrenbang yang melibatkan para kaum perempuan. Sehingga bisa menjadi rumusan kebijakan yang berpihak pada kaum perempuan," pungkasnya. [liz/ito]

Tag : kdrt, perwakinan, anak, p3akb, bojonegoro



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

  • Tuesday, 23 November 2021 19:30

    Dewan Pers Verifikasi Faktual Media blokBojonegoro.com

    Dewan Pers Verifikasi Faktual Media blokBojonegoro.com Komisioner Dewan Pers, Agus Sudibyo melakukan proses verifikasi faktual untuk media blokBojonegoro.com, media lokal yang berkantor di Jalan KS Tubun Gang Srinayan No.3 Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, Selasa (23/11/2021) sore....

    read more

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Monday, 22 November 2021 14:00

    Resensi

    Dibalik Buku 00.00

    Dibalik Buku 00.00 Buku judul 00.00 merupakan karya kedua dari Anugrah Ameylia Falensia atau yang kerap dikenal dengan panggilan Amey atau cumi oleh teman-teman maupun para teman pembacanya....

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat

  • Wednesday, 10 November 2021 10:00

    BMG Buka Lowongan Wartawan bB

    BMG Buka Lowongan Wartawan bB Perkembangan blokMedia Group (blokBojonegoro media dan blokTuban media) semakin pesat dengan pembaca yang terus meningkat untuk wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Hal itu membuat manajemen melakukan pembenahan, termasuk menambah jumlah reporter...

    read more