16:00 . Dewan Pengupahan Rencanakan Kenaikan UMK 2023 Sebesar 3,4 Persen   |   13:00 . Desainer Yustin Mariani Bangga Rancangannya Tampil di BNFF   |   20:00 . Minibus Adu Banteng dengan Truk, Satu Orang Meninggal   |   19:00 . Pintu Air Waduk Pacal Macet, BPBD Terus Berkoordinasi BBWS Cegah Potensi Banjir Susulan   |   18:00 . Bupati Anna Resmikan Pasar Burung Bagi Para Bird Lovers   |   16:00 . Student Agency, Tantangan Guru Masa Kini   |   15:00 . Lagi Turun, Harga Antam Dijual Mulai Rp539.500   |   13:00 . Hujan, Ini Tips Saat Berkendara dengan Motor   |   19:00 . Viral Pengantin Nikah Saat Banjir, Netizen: Doa Mantan Terkabulkan   |   18:00 . Viral, Warga Sukosewu Langsungkan Pernikahan di Tengah Banjir   |   15:00 . Ini Tips Tetap Bugar dan Tingkatkan Imun Ala Tirta Ayu Spa   |   13:00 . Pernikahan Dini Marak, APPA dan PA Bojonegoro Bersinergi Bersama   |   11:00 . Inilah Nama Pemenang Fashion Street Fruit and Veggie Competition   |   10:00 . Pemkab Bojonegoro Raih Penghargaan Insan UPG dari KPK   |   09:00 . Teknologi Informasi dan Komunikasi Berkembang, Jurnalis Harus Adaptasi dengan Tantangan   |  
Tue, 29 November 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Sejarah Berdirinya Masjid Agung Darrusalam

Dibangun Tahun 1825, Dipugar Berkali-Kali Hingga Jadi Ikon Wisata Religi

blokbojonegoro.com | Tuesday, 05 April 2022 17:00

Dibangun Tahun 1825, Dipugar Berkali-Kali Hingga Jadi Ikon Wisata Religi Penampakan Masjid Agung Darrusalam sebelum direnovasi tahun 2014.

 

Reporter: Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Masjid Agung Darrusalam, yang terletak di Desa Kauman, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, merupakan salah satu ikon bangunan kebanggaan masyarakat Bojonegoro. Selain dipergunakan sebagai tempat ibadah umat muslim, Masjid Agung Darussalam Bojonegoro juga menjadi salah satu destinasi wisata religi. 

Sejarah Berdirinya Masjid Agung Darrusalam Bojonegoro

Salah satu catatan sejarah terkait Masjid Agung Darrusalam Bojonegoro adalah sebuah dokumen di Kantor Gubernur Jawa Tengah yang berada di Kota Semarang. Dalam sejarahnya, Kabupaten Bojonegoro semula masuk jajaran wilayah Karesidenan Rembang, Jawa Tengah. 

Ide gagasan pendirian Masjid secara murni berangkat dari keinginan umat Islam. Terutama para pedagang dari luar daerah yang harus mangkal beberapa hari untuk menghabiskan barang dagangan di Pasar Bojonegoro. Saat itu, perjalanan yang paling lancar melalui penyeberangan perahu di sepanjang Bengawan Solo. 

"Hal tersebut kemudian menjembatani maksud kepada para penguasa yang dijabat oleh seorang pangrehing projo, yang berkedudukan sebagai patih. Serta digerakkan hatinya oleh Allah untuk mewakafkan sebidang tanah yang sekarang dipergunakan sebagai Masjid Darrusalam. Beserta makam islam dibelakangnya, seluas 4.470 meter persegi," tegas Ketua Yayasan Darrusalam, H. Lugito Abdul Kadir. 

Perkembangan Masjid Agung Darrusalam Bojonegoro dari Masa ke Masa

Pembangunan pertama Masjid Agung Darrusalam Bojonegoro, di tahun 1825 dilakukan pembangunan fisik bagian induk oleh masyarakat sekitar yang didukung para pedagang pasar Bojonegoro.

Setiap hari warga sekitar bergantian memberikan bantuan sukarela. Seperti material, bahkan konsumsi. Saat itu bangunan Masjid masih sangat sederhana semi permanen, hanya ada bangunan induk dan pondasinya masih terbuat dari batu. Semua bagian bangunan dari kayu termasuk pilar dan dinding.

"Kemudian di tahun 1925 dilakukan penyempurnaan bangunan fisik, dalam hal ini dilakukan oleh Bupati Bojonegoro Pertama, Kanjeng Soemantri. Di antaranya dengan melengkapi serambi depan, kopel, kantor kenaiban dan Madrasatul Ulum," ungkap H. Lugito. 

Renovasi ketiga, Masjid Agung Darrusalam Bojonegoro dilakukan tahun 1955. Dalam era kebangkitan ummat Islam di awal kemerdekaan. Renovasi ke-empat, dilakukan di tahun 1963 terhadap bangunan serambi dan lantai Masjid, Kantor KUA semula dilahirkan menjadi balai Muslimin yang letaknya di sebelah utara Masjid. Gagasan tersebut lahir dari Bupati TK II Bojonegoro yang dijabat oleh H.R.Tamsi Tedjosasmito. 

Selanjutnya, renovasi kelima Masjid Agung Darrusalam di tahun 1983, berupa penambahan dalam bentuk perluasan tempat salat dengan lokasi serambi kesamping dan depan. Merenovasi tempat pengambilan wudhu, sumur dan jamban. Dana tersebut berasal dari bantuan Presiden, Menteri Agama, dana NTCR serta APBD yang saat itu dijabat oleh Bupati Drs. Sujono. 

"Karena sangat bagus, maka Masjid diresmikan dan dihadiri oleh Menteri Agama yang dijabat oleh H. Alam Syah Ratu Perwira Negara. Renovasi ke-enam, tahun 1993 oleh Drs. H. Imam Supardi selaku Bupati KDH. TK II Bojonegoro, mencakup renovasi bangunan induk, pilar yang dibungkus dengan kayu jati asli Bojonegoro," cerita Haji Lugito. 

Renovasi ke tujuh Masjd Agung Darrusalam dilakukan di tahun 2014 secara besar-besaran oleh Pemkab Bojonegoro dibawah kepemimpinan Bupati Suyoto. Dengan menghabiskan dana sebesar Rp 40 Miliar. 

"Pembangunan tahap pertama dilakukan April 2014 dengan dana sebesar Rp m25 Miliar. Mulai dari bangunan induk, tempat wudhu, menara dan semua perkantoran direnovasi dengan arsitektur modern. Hanya saja aksesoris dan orname belum lengkap yang direncanakan pada pembangunan kedua," tuturnya.

Bagian-Bagian Masjid Agung Darrusalam Bojonegoro

Pasca dilakukan renovasi besar-besaran selama tujuh tahapan, Masjid Agung Darrusalam yang terdiri dari dua lantai tersebut terdiri atas bangunan ruang utama. Bangunan pada lantai pertama berupa ruang tertutup yang memiliki 4 saka guru. 

Empat tiang kayu jati ini selalu dipertahankan karena pertimbangan nilai sejarah yang tinggi, dan diyakini sudah ada sejak pembangunan pertama kalinya. Di ruang utama ini terdapat kelengkapan secara lazim yaitu mihrab berupa mimbar tempat khotib khutbah. 

"Bagian selanjutnya, berupa serambi Masjid yang tampak dari ruangan utama dan dibuat dengan konsep bangunan modern. Ruangan ini dipergunakan untuk praktik manasik haji, pengajian Ahad Wage hingga taman baca Al-quran," ucapnya. 

Selain mimbar dan serambi Masjid, di area Masjid Agung juga terdapat bangunan gedung takmir yang terletak di lantai 3. Serta ruang remaja masjid dan ruang siar Menara Darrusalam FM. 

Untuk menunjang sarana kebersihan, di area Masjid juga dilengkapi ruang wudhu terpisah antara pria dan wanita. Serta taman untuk menambah kerindangan Masjid Agung Darrusalam Bojonegoro. 

"Di sisi selatan juga terdapat menara azan yang terletak di halaman Masjid Agung. Menara lama terbuat dari beton, namun dibalut dengan konsep modern. Diantaranya diletakkan pula loudspeaker sebagai pengeras suara tanda kumandang azan salat lima waktu tiba," pungkasnya. [liz/lis]

 

 

 

 

 

 

 

 

Tag : Wisata, religi, ikon, masjid



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat