15:00 . Kerjasama Perhutani dan Kimia Farma Surabaya Gelar Vaksinasi untuk Masyarakat Umum   |   14:00 . PDM Bojonegoro Tetapkan 10 Dzulhijjah Jatuh 9 Juli 2022   |   12:00 . Satpol PP Jatim Beri Pelatihan Satgas Linmas Wilayah Bakorwil Bojonegoro   |   08:00 . PBNU Tetapkan Awal Dzulhijjah 1 Juli 2022   |   07:00 . Stres Selama Kehamilan Pengaruhi Jenis Kelamin Anak, Ini   |   17:00 . Kunjungi Donggala, Mendag Zulkifli Hasan: Pastikan Fokusnya Bukan Hanya Pulau Jawa   |   16:00 . Penentuan Idul Adha, LFNU Bojonegoro Menunggu Hasil Istbat   |   15:00 . Bojonegoro Siap Jika Ditunjuk Sebagai Pemilik Aset Jembatan Glendeng   |   14:00 . Tahun Ajaran Baru Segera Dimulai, Bersiap Terapkan Kurikulum Merdeka Belajar   |   13:00 . Perpusgatda dan Dunia Imajinasi Ajak Anak-Anak Bermain Sambil Belajar   |   09:00 . Per Juli Beli Pertalite Lewat MyPertamina, Daerah Kamu Salah Satunya?   |   08:00 . Bupati Bojonegoro Bersedia Terima Aset Jembatan Glendeng, Bupati Tuban Absen Rapat   |   07:00 . Alergi pada Anak, Ini Cara Memperkuat Barrier Tubuhnya   |   20:00 . Kontingen Bojonegoro Tambah Tiga Medali   |   19:00 . Mendag Zulhas Bertemu Dubes Amerika Serikat, Sepakat Pererat Hubungan Ekonomi di Kawasan Indo-Pasifik   |  
Thu, 30 June 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Kentang Mustofa Laris Manis Banjir Pesanan Saat Ramadan

blokbojonegoro.com | Wednesday, 06 April 2022 18:00

Kentang Mustofa Laris Manis Banjir Pesanan Saat Ramadan

Reporter: Lizza Arnofia

blokBojonegoro.com - Kering kentang atau Kentang Mustofa merupakan sebutan untuk kering kentang berbentuk korek api yang ditumis dengan bumbu khas Indonesia. 

Kentang Mustofa merupakan salah satu jenis lauk yang tahan lama. Makanan ini bisa dijadikan bekal, bisa juga dijadikan stok di rumah sebagai pendamping aneka hidangan lainnya.

Hanya bermodalkan uang sebesar Rp200.000, Chatarina Ana Setyaningsih, asal Kelurahan Sumbang, sukses mendaur keuntungan melalui produksi Kentang mustofa yang menjadi primadona menu pendamping saat berbuka puasa. 

"Ibu saya dulu jualan nasi kuning, dan menu pendampingnya menggunakan sajian berupa Kentang Mustofa. Dari situlah tertarik menjual dengan kemasan yang lebih menarik," ungkap Wanita asal Sumbang. 

Rasa yang lezat dan gurih, menjadi khas tersendiri bagi kentang mustofa. Chatarina menjelaskan produksinya sangat sederhana. Yaitu, kentang yang telah diambil dari pedagang, dicuci dan dikupas terlebih dahulu. Setelah itu dipasrah dengan parutan kentang dan digoreng, hingga warna berubah menjadi kecoklatan. 

"Setelah matang baru kita kasih bumbu. Kuncinya, tidak boleh kena air karena hasilnya akan melempem. Komposisi produknya terdiri dari kentang, bawang putih, lombok, gula, garam dan asam matang," ucapnya. 

Setelah semuanya terproses. Kentang Mustofa yang sudah siap, di jual dengan kemasan seberat 100 gram dan harga jual sebesar Rp12.000. Ramadan kali ini juga menjadi berkah tersendiri bagi Chatarina. Pasalnya saat momentum seperti ini, ia bisa memproduksi hingga 12 kilogram kentang mustofa per hari. 

"Puasa ini produksi lumayan banter jalannya, saya titipkan di beberapa ritel modern hingga toko oleh-oleh yang ada di Bojonegoro. Serta di bazar murah ramadan dan memenuhi pemesanan dari Dinkop UKM Jawa Timur. Alhamdulillah omzet bisa sampai Rp1.000.000," imbuhnya. 

Wanita yang akrab disapa Chatarina ini berharap, sebagai pelaku usaha kecil menengah di bidang kuliner makanan ringan.Ia berharap melalui bazar ini produknya lebih dikenal luas oleh masyarakat Bojonegoro dan sekitarnya. 

"Harapan saya, produk lokal Kentang Mustofa ini digemari masyarakat. Selain rasanya yang gurih, Kentang Mustofa bisa sebagai sajian menu pendamping kuliner maupun camilan," pungkasnya. [liz/lis]

 

Tag : kentang, mustofa, air



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat