15:00 . Kerjasama Perhutani dan Kimia Farma Surabaya Gelar Vaksinasi untuk Masyarakat Umum   |   14:00 . PDM Bojonegoro Tetapkan 10 Dzulhijjah Jatuh 9 Juli 2022   |   12:00 . Satpol PP Jatim Beri Pelatihan Satgas Linmas Wilayah Bakorwil Bojonegoro   |   08:00 . PBNU Tetapkan Awal Dzulhijjah 1 Juli 2022   |   07:00 . Stres Selama Kehamilan Pengaruhi Jenis Kelamin Anak, Ini   |   17:00 . Kunjungi Donggala, Mendag Zulkifli Hasan: Pastikan Fokusnya Bukan Hanya Pulau Jawa   |   16:00 . Penentuan Idul Adha, LFNU Bojonegoro Menunggu Hasil Istbat   |   15:00 . Bojonegoro Siap Jika Ditunjuk Sebagai Pemilik Aset Jembatan Glendeng   |   14:00 . Tahun Ajaran Baru Segera Dimulai, Bersiap Terapkan Kurikulum Merdeka Belajar   |   13:00 . Perpusgatda dan Dunia Imajinasi Ajak Anak-Anak Bermain Sambil Belajar   |   09:00 . Per Juli Beli Pertalite Lewat MyPertamina, Daerah Kamu Salah Satunya?   |   08:00 . Bupati Bojonegoro Bersedia Terima Aset Jembatan Glendeng, Bupati Tuban Absen Rapat   |   07:00 . Alergi pada Anak, Ini Cara Memperkuat Barrier Tubuhnya   |   20:00 . Kontingen Bojonegoro Tambah Tiga Medali   |   19:00 . Mendag Zulhas Bertemu Dubes Amerika Serikat, Sepakat Pererat Hubungan Ekonomi di Kawasan Indo-Pasifik   |  
Thu, 30 June 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Mastiah, Juru Kunci Pesarean Kanjeng Soemantri

Pesarean, Sudah Jadi Rumah Keduanya

blokbojonegoro.com | Monday, 11 April 2022 17:00

Pesarean, Sudah Jadi Rumah Keduanya Juru Kunci Pesarean Kanjeng Soemantri, Mastiah. (Rizky/blokbojonegoro)

 

Kontributor: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com - Juru kunci adalah seseorang yang diberi atau mengemban tugas untuk menjaga tempat-tempat yang dianggap keramat. Mereka diangkat oleh penguasa daerah setempat atau dari keluarga yang ditinggalkannya. Seperti halnya Mastiah, dia mengemban amanah dari keluarga atau anak cucu dari Raden Adipati Aryo Koesoemo atau Kanjeng Soemantri.

Kanjeng Soemantri merupakan mantan Bupati Bojonegoro ke 21 periode 1916 hingga 1936, beliau juga merupakan salah satu sosok pemrakarsa atas direnovasinya Masjid Agung Darussalam pertama kali pada tahun 1925. Kanjeng Soemantri dimakamkan di komplek pesarean yang berada di Jalan Kiai Mojo, Kelurahan Mojokampung, Kecamatan Bojonegoro Kota. Saat ini Pesareannya dijaga oleh seorang juru kunci perempuan yang bernama Mastiah.

"Saya sudah dari kecil ikut bapak saya di sini, sebelum itu yang menjaga adalah buyut saya. Kemudian, dilanjutkan oleh bapak saya. Seiringnya waktu, bapak saya meninggal dunia yang akhirnya digantikan oleh ibu saya," ungkap Mastiah.

Usai digantikan oleh ibunya, tak lama kemudian ibunya juga meninggal dunia, pada akhirnya sampai saat ini yang menjadi juru kunci ialah Mastiah sendiri. Menjadi juru kunci ini merupakan amanah dari keluarga Kanjeng Soemantri.

"Jadi saya harus menjaganya dengan sebaik mungkin, jadi apapun itu saya ikhlas di sini," ucap Mastiah sembari membersihkan nisan makam Kanjeng Soemantri.

Terkadang, Mastiah melanjutkan, jika dirinya tidak datang ke sini dia merasa ada yang kurang. Kadang juga jika tengah malam dirinya merasa ada yang kurang, dia langsung lari ke Pesarean, yang kemudian mengaji bersama dengan suaminya.

"Pokoknya pesarean ini sudah saya anggap sebagai rumah kedua bagi saya, jadinya sudah biasa," tegasnya.

Disinggung terkait keluarga, dirinya mengaku bahwa keluarga atau kerabatnya sudah menerima atas keadaan Mastiah yang setiap hari harus datang ke makam untuk sekadar membersihkan atau mengaji di makam.

"Orang lain terkadang mengatakan "kok nggak takut Mbak keluar masuk tengah malem". Kemudian, saya menjawab memang sudah biasa, karena sudah saya anggap sebagai rumah kedua itu tadi, jadinya ya nggak ada rasa takut kalau keluar masuk makam meskipun di malam hari," ujarnya.

Berinteraksi dengan Kanjeng Soemantri

Mastiah mengaku jika dirinya sendirian, ia melakukan interaksi dengan Eyang (sapaan Kanjeng Soemantri dari Mastiah), meski beliau tidak tampak tetapi Mastiah yakin bahwa Eyang bisa mendengar dan menjawab perkataan Mastiah. 

"Disini itu suasanannya adem dan tenang, jadi saya itu nyaman jika berada di sini," terangnya.

Kepekaan Terhadap Pesarean

Suatu hari, ketika Mastiah berada di rumah, dirinya merasa pikirannya kemana-mana atau tidak tenang. Kemudian, ia langsung datang ke Pesarean. Ternyata, di makam ada anak muda yang bingung mencari keberadaan makam Kanjeng Soemantri.

"Ternyata sampai di makam ada anak muda yang mencari makam Eyang, dia sempat muter-muter lama mencari, karena tidak mengetahui makam Eyang. Kemungkinan karena saya peka jika ada orang yang ingin ziarah ke makam Eyang, makanya saya langsung datang ke pesarean," katanya.

Di suatu hari, ketika bersama sang suami mengaji di Pesarean Kanjeng Soemantri, ketika itu bertepatan pada hari Kamis malam Jumat, pada saat mengaji Mastiah merasa bahwa dirinya dimasuki oleh suatu makhluk yang membuat dirinya kepanasan dan meriang.

"Badan saya panas dan meriang, suami saya juga merasa demikian, kemudian suami memberi tahu saya jika ada yang masuk. Tetapi ngaji tetap dilanjutkan, selang waktu sebentar makhluk yang masuk ke dalam diri saya keluar," pungkasnya.

Kemungkinan, tambah Mastiah, makhluk tersebut merasa dirinya terganggu atas kedatangannya pada saat tengah malam. Namun, makhluk tersebut mengetahui bahwa yang datang ialah juru kunci Pesarean tersebut. Oleh karena itu, makhluk yang membuat dirinya merasa panas ini, tidak lama kemudian, langsung keluar dari diri Mastiah. [riz/lis]

 

Tag : Religi, wisata, pesarean



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat