07:00 . Ahli Kesehatan Mental Bagikan 3 Tips Untuk Kelola Stres, Apa Saja?   |   21:00 . Dekatkan Layanan Kesehatan, Bupati Resmikan Puskesmas Malo   |   20:00 . Mendag: Melalui G20 Promosikan Keragaman Budaya, Potensi Investasi dan Pariwisata   |   19:00 . Tinggal Tunggu Sertifikasi Operasi, Bendungan Gongseng Siap Beroperasi   |   18:30 . Debit Air Naik, Bengawan Solo Siaga   |   18:00 . Melalui Radio, Kasatlantas Kampanyekan Tertib Lalu Lintas   |   17:00 . TMA Bengawan Solo Siaga Kuning Tren Naik   |   16:00 . Pertamina EP Sukowati Field dan Pemdes Ngampel Luncurkan Produk UMKM Desa   |   15:00 . Pegawai dan Karyawan Pemkab Bojonegoro Mulai Divaksin Booster   |   14:00 . Tingkatkan Kinerja Pelayanan Publik, Bupati Anna Lantik 30 Pejabat Pemerintah   |   13:00 . Bupati Buka Turnamen Bulu Tangkis Ormada dan Ingatkan Pentingnya Taat Prokes   |   12:00 . Harga Minyak Goreng Turun, Stok Aman Hingga 6 Bulan   |   11:00 . Kasus DBD Naik, Permintaan Trombosit Meningkat   |   08:00 . Hari Ini Bengawan Solo Siaga Hijau Trend Naik   |   07:00 . Deteksi Gejala Demensia dari Kebiasaan Menonton Film, Apa Itu?   |  
Sat, 22 January 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

#CeritaDesaKu

Desa Ngadiluhur Pernah Jadi Tempat Latihan Tentara Belanda

blokbojonegoro.com | Thursday, 22 July 2021 10:00

Desa Ngadiluhur Pernah Jadi Tempat Latihan Tentara Belanda

Kontributor: Rizki Nur Diansyah

blokBojonegoro.com - Desa Ngadiluhur yang berada di wilayah Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, itu dulunya adalah tempat latihan tentara Belanda pada zaman masih perang. Desa Ngadiluhur terbagi dalam tiga wilayah Dusun atau biasa orang jawa menyebutnya Dukuhan yaitu Dukuh Jati, Susu'an dan Barek.

Menurut Kepala Desa Ngadiluhur, Mad Muhargo, di masa penjajahan Belanda Desa Ngadiluhur merupakan tempat latihan perang tentara Belanda sehingga banyak orang-orang Belanda berdatangan terutama di wilayah barat desa.

Kedatangan mereka membuat hati masyarakat setempat bergetar sehingga banyak warga yang ketakutan. Orang dulu bilangnya 'Mbujato Ati' "Untuk itu wilayah barat desa ini diberi nama Jati," ujar Kades Ngadiluhur.

Sedangkan wilayah tengah saat itu merupakan tempat hiruk-pikuk dan lalu-lalang baik masyarakat setempat maupun orang-orang Belanda. Hiruk pikuk dalam bahasa jawa disebut Su'su'an akhirnya wilayah ini diberi nama Dukuh 'Susu'an'.

Adapun wilayah bagian timur dikenal dengan nama Barek, yang berasal dari kata Sumbar dan Ngerek (bahasa Jawa) sehingga
saat ini bila ada seseorang yang mengancam (sesumbar) di wilayah ini tidak akan terjadi pertengkaran atau pertempuran yang ada adalah perdamainan (Ngerek dalam bahasa Jawa).

"Kemudian setelah berakhirnya penjajahan ke tiga dusun  disatukan dengan nama 'NGADILUHUR' yang berarti
mengabdi pada yang luhur yaitu pemerintahan yang sah di bawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," pungkas Mad Muhargo kepada blokBojonegoro.com.

Dari zaman penjajahan Belanda sampai sekarang, Pemerintah Desa Ngadiluhur telah mengalami Lima masa kepemimpinan, dari empat masa kepemimpinan tersebut Desa Ngadiluhur mengalami kemajuan atau perbaikan di segala bidang, baik bidang Sosial, Ekonomi maupun Keamanan hingga sampai sekarang.

Adapun 5 orang Figur pemimpin tersebut adalah :
- Samiono Ngadinah, 1858 hingga 1883
- Kromo Dongso, 1883 hingga 1918
- Panidin, 1819 hingga 1948
- Rahman Karso Wijoyo, 1948 hingga 1972
- Tahir, 1970 hingga 1990
- H. Sugiharto, MM, 1990 hingga 2007
- H.Di'anto, 2007 hingga 2019

Berdasarkan data administrasi Pemerintahan Desa tahun 2010, jumlah penduduk Desa Ngadiluhur ada 1.238 KK, dengan jumlah total 3.930 jiwa, dengan rincian 1.967 laki-laki dan 1.963 perempuan. [riz/mu]

Tag : cerita desa ngadiluhur, desa ngadiluhur



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat