19:00 . Ratusan Penari Thengul Meriahkan Kemah Budaya   |   18:00 . Dies Natalis, Bupati Bojonegoro Terima Penghargaan dari Unesa   |   17:00 . Disperinaker Bojonegoro Belum Terima Data Naker JTB Terbaru   |   16:00 . Semarak Bulan Kemerdekaan, PEPC JTB Gelar Sepakbola Persahabatan   |   15:00 . Turun Lagi, Harga Emas Ukuran 0,5 Gram Kini Dipatok Rp544.000   |   14:00 . Semarak HUT RI Ke-77, Perhutani KPH Parengan Gelar Lomba Karaoke   |   13:00 . 988 Siswa Madrasah Se-Kabupaten Bojonegoro Ikuti Kompetisi Sains Madrasah   |   10:00 . Meriahnya Kemah Budaya Bareng Kampoeng Thengul   |   09:00 . Condromowo Kalahkan Sumurgung Legend di Fun Football Talun 2022   |   08:00 . Prakiraan Cuaca di Kabupaten Bojonegoro Hari Senin   |   07:00 . Gula Bikin Ketagihan, Inilah 4 Kondisi Umum yang Membuat Kamu Ingin Makanan Manis   |   20:00 . Dua Kali diguyur Hujan, Peserta Jamcab XII Bojonegoro Tetap Semangat   |   19:00 . Meriah, 200 Penari Thengul Warnai Kemah Budaya Margomulyo 2022   |   18:00 . Bangkitkan Kreatifitas, SMK Taruna Balen Adakan Kontes Modifikasi Motor   |   15:00 . Peringatan Hari Pramuka, Kwarcab Bojonegoro Gelar Jambore Cabang   |  
Mon, 15 August 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Psikolog Ungkap Dampak Digitalisasi Pada Kesehatan Mental: Bikin Stres dan Depresi

blokbojonegoro.com | Friday, 26 November 2021 07:00

Psikolog Ungkap Dampak Digitalisasi Pada Kesehatan Mental: Bikin Stres dan Depresi

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Digitalisasi memang membawa kemajuan bagi banyak hal di dalam kehidupan. Tapi seperti layaknya pisau permata dua, digitalisasi juga menibulkan konsekuensi tersendiri.

Terutama pada kesehatan mental. Ketua Umum Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPK) Indonesia DR. Indria Laksmi Gamayanti, M.Si., Psikolog, dampak negatif digitalisasi terhadap permasalahan kesehatan mental harus diantisipasi.

Sebab saat ini kecenderungan orang menjadi lebih mudah stres dan depresi menjadi cukup tinggi. Apalagi digitalisasi di masa pandemi menjadikan pertemuan tatap muka sebagai sesuatu kelaziman sehingga orang menjadi lebih nyaman dengan situasi yang serba bisa digital dan tidak mengharuskan bertemu secara langsung dengan orang lain.

“Hal yang paling sederhana, keterampilan orang untuk bersosialisasi bisa menjadi berkurang,” tuturnya seperti dikutip dari ANTARA, Kamis, (25/11/2021).

Gamayanti menambahkan apabila fenomena tersebut terjadi sejak usia dini, maka dibutuhkan intervensi atas upaya-upaya untuk mengembangkan kemampuan berempati dan bersosialisasi, terutama pada anak-anak dan remaja yang terpapar masalah agresi hingga kekerasan yang berdampak pada proses tumbuh kembangnya.

Perkembangan digitalisasi, lanjutnya, juga menimbulkan fenomena dan kecenderungan pembandingan sosial di masyarakat di samping peningkatan stres dan depresi.

“Hal-hal yang mungkin sifatnya empati, ketulusan, dan sebagainya, ini menjadi berkurang karena orang mengukur nilai-nilai diri menjadi lebih superfisial, lebih permukaan, dan lebih dangkal,” ujar Gamayanti, sebagaimana diungkapkan oleh Prof. Dr. Elizabeth Kristi Poerwandari, M.Hum., Psikolog, dalam pidato pengukuhan guru besarnya di UI pada Oktober lalu.

Selain itu, penampilan, status sosial, hingga kemakmuran, seolah-olah menjadi lebih penting daripada spiritualitas, kedamaian diri, atau bentuk pengembangan-pengembangan pribadi yang lain.

Meski demikian, Gamayanti menuturkan perkembangan teknologi tidak bisa disalahkan. Oleh sebab itu, diperlukan penguatan antisipasi serta penanggulangan agar dampak-dampak negatif tersebut tidak terjadi.

“Edukasi pada masyarakat itu menjadi sangat penting, seperti pelatihan-pelatihan. Kami juga menyelenggarakan konsultasi secara daring untuk mengantisipasi situasi,” katanya.

*Sumber: suara.com

 

Tag : pendidikan, kesehatan, psikologi, stress



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

Lowongan Kerja & Iklan Hemat