15:00 . Romo Muslich: 3 Persoalan untuk Merubah Bojonegoro di Masa Depan   |   15:00 . Kuliah Umum di Udayana, SKK Migas Bahas Peran Hulu Migas untuk Energi Nasional   |   14:00 . Lucu dan Menggemaskan, Bayi Jadi Rebutan Netizen   |   13:00 . Viral disosmed, Gadis Diduga Ibu Bayi di Sumberarum, Polisi: Kami Masih Menyelidiki   |   12:00 . Tokoh-tokoh Nasional Asal Bojonegoro Jadi Pemateri di Kajian Sor Keres   |   10:00 . Ya Allah, Baru Lahir Bayi Perempuan Ditinggal di Bawah Pohon di Desa Sumberarum   |   08:00 . Tak Cuma Bobol Akun Medsos 24 Kru Narasi, Twitter Mata Najwa Ikut jadi Target Hacker   |   07:00 . Penting! Jangan Lewatkan Sesi Pemanasan dan Pendinginan saat Olahraga, Ini Manfaatnya   |   18:00 . Capaian IPM Bojonegoro Meningkatkan Hingga 23,60 Persen   |   16:00 . Tersapu Angin, Rumah dan Atap Sekolah di Ngasem Roboh   |   14:00 . Berikut Petunjuk Praktis Menghadapi Musim Penghujan dari BNPB   |   09:00 . Pembebasan Lahan untuk Bendung Gerak Karangnongko Tunggu Appraisal   |   08:00 . Asah Skill Menulis, HMP PAI UNUGIRI Adakan Seminar Pembuatan Makalah   |   07:00 . Tanya Seksolog: Dok, Kenapa Ukuran Payudara Kanan dan Kiri Berbeda?   |   18:00 . Minibus Seruduk Truk di Baureno, 3 Orang Meninggal di Tempat   |  
Tue, 27 September 2022
Jl. KS Tubun, Gang Srinayan No. 3 Kel. Mojokampung Kota Bojonegoro, Email: blokbojonegoro@gmail.com

Apa Itu Prediabetes? Pahami Gejala serta 7 Cara Mengatasinya

blokbojonegoro.com | Monday, 19 September 2022 07:00

Apa Itu Prediabetes? Pahami Gejala serta 7 Cara Mengatasinya

Reporter: -

blokBojonegoro.com - Prediabetes merupakan tahapan diabetes tipe 2 yang cukup mengkhawatirkan banyak kalangan.

Pasalnya, orang dengan kondisi prediabetes memiliki risiko 50 persen mengembangkan diabetes tipe 2 dalam waktu lima sampai 10 tahun.

Lantas apakah kondisi ini bisa diatasi dan dicegah agar tidak berkembang ke diabetes tipe 2? Coba simak ulasan berikut ini.

Prediabetes adalah suatu kondisi di mana kadar gula darah seseorang cenderung di atas batas normal, tetapi belum cukup untuk dikategorikan sebagai diabetes tipe 2.

Seseorang yang sudah didiagnosa mengalami prediabetes, maka kondisinya perlu ditangani dengan baik agar tidak berkembang menjadi diabetes.

Sementara diabetes sendiri dapat didefinisikan sebagai disfungsi metabolik dan endokrin yang ditandai dengan adanya kadar gula darah yang terlalu tinggi.

Penyakit sindrom metabolik satu ini dapat menyebabkan beberapa komplikasi dan penyakit kronis lainnya, seperti disfungsi organ penting, amputasi hingga menyebabkan kematian.

Gejala prediabetes

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyatakan bahwa 80 persen pasien prediabetes tidak mengetahui bahwa mereka memilikinya.

Artinya, banyak pasien yang tidak menyadari bahwa 5-10 tahun sebelumnya mereka sudah mengembangkan risiko diabetes tipe 2.

Prediabetes juga dikatakan tidak memiliki gejala yang spesifik, bahkan cenderung tidak ada dan sulit dikenali.

Namun, CDC menyarankan jika seseorang memiliki banyak faktor risiko seperti usia di atas 45 tahun, merokok, memiliki riwayat keluarga dengan diabetes, sindrom ovarium polikistik (PCOS), sleep apnea dan kurang aktivitas fisik.

Dokter menyarankan untuk lebih waspada dan rutin memeriksakan kadar gula darah atau bila perlu melakukan tes hemoglobin A1c untuk memastikan bahwa kadar gula darah masih terbilang aman.

Cara mengatasi prediabetes

Seseorang yang mengidap prediabetes masih memiliki kemungkinan untuk mencegah kondisinya agar tidak berkembang ke arah diabetes tipe 2.

Sejumlah cara dapat dilakukan sebagai langkah preventif yang cukup efektif. Namun, beberapa risiko tidak dapat dikendalikan, seperti halnya faktor genetika.

Meski begitu, para ahli menyebutkan bahwa sebagian besar kasus prediabetes dapat dikelola dengan perubahan gaya hidup.

Seperti dilansir Cleveland Clinic, berikut beberapa hal yang dapat mencegah prediabetes menjadi diabetes tipe 2.

1. Konsultasi ke dokter

Pengidap prediabetes sangat penting untuk mengetahui tentang pilihan hidup sehat yang dijalani. Dalam prosesnya, konsultasi ke dokter merupakan cara terbaik.

Penyedia layanan kesehatan dapat memberikan saran terkait makanan, pola hidup sampai cara mengelola gula darah terbaik yang bisa dijalani pasien.

2. Menurunkan berat badan

Obesitas merupakan faktor utama dari kondisi resistensi insulin. Hal itu berarti bahwa semakin berat badan dapat dikontrol, maka risiko diabetes bisa dicegah.

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa ketika tubuh kehilangan berat badan sekitar 5-7 persen dari berat badan sebelumnya, maka risiko diabetes bisa berkurang sebanyak 58 persen.

3. Menerapkan pola makan sehat

Menurut Dr. Shirisha Avadhanula, MD dari seorang ahli endokrin dari Cleveland Clinic, tidak ada pantangan khusus bagi pasien prediabetes.

Tetapi, asupan nutrisi yang sehat memiliki peranan penting untuk mencegah diabetes tipe 2.

Di samping itu, ada beberapa jenis diet yang dapat memberikan manfaat terbaik, yaitu diet DASH, intermittent fasting, diet keto dan diet Mediterania

4. Kurangi asupan gula

Gula memainkan peran penting dalam meningkatkan kadar gula dalam darah. Orang dengan prediabetes perlu mengatur asupan gula yang dikonsumsi dan juga jumlah kalorinya.

Hal itu dapat dimulai dengan membiasakan diri selalu melihat tabel nutrisi pada makanan yang hendak dikonsumsi.

5. Olahraga teratur

American Diabetes Association merekomendasikan orang dengan prediabetes untuk berolahraga secara teratur, paling tidak 150 menit per minggu.

Durasi olahraga tersebut dapat dibagi setiap hari dengan latihan intensitas sedang sekitar 30 menit dalam sehari.

Selain itu, berjalan kaki sekitar 10.000 langkah setiap hari juga dapat membantu mengontrol berat badan dan mencegah obesitas yang menjadi salah satu pemicu diabetes.

6. Tidur yang cukup

Menurut Dr. Shirisha, tidur merupakan faktor penting yang memengaruhi kesehatan secara keseluruhan.

Studi menunjukkan bahwa seseorang yang tidak memiliki jadwal tidur yang teratur, maka risiko diabetes dapat meningkat.

Hal tersebut dikaitkan dengan jam biologis seseorang untuk melakukan proses metabolisme.

Ketika seseorang tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup pada malam hari, kemungkinan kebiasaan itu dapat merusak fungsi metabolik.

7. Rutin memeriksa kadar gula darah

Pemeriksaan kadar gula darah secara berkala dapat membantu seseorang untuk mengontrol kadar gula darahnya.

Terlebih jika dilakukan dengan cara yang tepat, seperti memeriksa kadar gula darah dalam kondisi puasa atau sebelum sarapan.

Namun, para ahli menyarankan untuk memeriksakan kadar gula darah secara berkala dan tidak terlalu sering.

Pasalnya, jika terlalu sering kemungkinan hasil tesnya bisa memicu kecemasan dan stres.

*Sumber: kompas.com

 

Anda juga bisa baca blokBojonegoro di Google News   

 

 

Tag : diabetes, prediabetes



* Ingin Beli / Transaksi, Klik di Bawah Ini

Logo WA Logo Telp Logo Blokbeli

Loading...

PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Gunakanlah bahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.




blokBojonegoro TV

Redaksi

Suara Pembaca & Citizen Jurnalism

  • Tuesday, 06 September 2022 12:30

    Berita Kehilangan

    Berita Kehilangan Telah hilang buku Rincik pajak bumi dan bangunan milik desa sumberrejo kecamatan sumberrejo kabupaten Bojonegoro. Bila ada yang menemukan bisa hubungi langsung ke Pemdes Sumberrejo atau redaksi.blokbojonegoro@gmail.com, juga bisa chat...

    read more

Lowongan Kerja & Iklan Hemat